Selasa, 23 Juni 2015

Cara Budidaya Tomat Secara Organik dan Tips Pemeliharaannya

Tomat merupakan buah yang banyak mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Bahkan, kandungan vitamin C tomat jauh lebih banyak dibandingkan dengan apel atau jeruk. Akan tetapi, bila kita ingin mendapatkan manfaat yang maksimal dari tomat, kita harus mengkonsumsi tomat organik. Tidak perlu membelinya, kita bisa membudidayakan tomat organik dikebun kita sendiri. Berikut cara budidaya tomat organik.


Pemilihan Bibit

Bibit tomat dapat kita beli di toko-toko pertanian. Biasanya, mereka menyediakan bibit tomat dalam satu kantong atau dijual per gram. Bila kita ingin membeli bibit pohon tomat, kita bisa menggunakan cara ini dalam menentukan banyaknya bibit yang kita perlukan. Untuk 100 sampai 150 gram bibit, kita bisa menggunakannya untuk lahan seluas 1 hektar.

Pemilihan Lahan

Tempat untuk menanam tomat organik juga sangat penting dalam proses untuk membudidayakan tomat organik yang menghasilkan hasil yang bagus. Untuk tanah yang paling baik dalam bercocok tanam tomat organik adalah tanah yang tidak berair. Tanah becek dan mengandung banyak air bisa membuat buah tomat busuk dan gagal tumbuh sempurna. Selain itu, tanah juga harus mempunyai kadar pH sebesar 5,5 sampai 6,5. Dan, akan lebih baik, bila lahan yang akan kita tanami sudah diberi pupuk kandang atau kompos yang akan mempermudah cara tanam tomat organik anda.

Proses Pembibitan

Proses pembibitan diawali dengan merendam benih tomat organik dalam 1 liter air yang sudah dicampur dengan 1 – 10 ml mikroba dan molase. Setelah itu, sediakan polybag yang diisi dengan tanah dan bokhasi dengan perbandingan 1:1. Masukkan satu biji benih ke tiap polybag. Pakaikan karung untuk menutupi polybag yang telah ditanami oleh benih tomat dan taruh ditempat yang teduh. Setelah bibit mulai tumbuh (sekitar 7 – 10 hari), penutup karung dibuka. Biarkan benih tomat tumbuh sampai setinggi sekitar 10 cm. Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk ini sekitar 3 minggu. Setelah itu, tomat siap untuk dipindahkan dan ditanam di lahan yang anda sediakan.

Penanaman

Benih tomat yang tumbuh dan siap untuk ditanam dipindahkan dari polybag ke tanah yang anda sediakan. Proses penanaman ini dilakukan pada sore hari agar bibit tomat tidak layu. Perlu juga diperhatikan cara menanam bibit ini agar bibit tidak rusak. Pertama, buat lubang di lahan yang akan anda tanami tomat organik. Pindahkan bibit dari polybag secara perlahan dan jangan sampai akar tomat muda rusak. Masukkan bibit tomat ke dalam lubang di lahan anda secara tegak. Tutupi lubang sekitar tomat dengan tanah dan tekan sedikit agar padat.

Pemeliharaan 

Ada beberapa teknik budidaya dan pemeliharaan yang perlu anda lakukan, agar tomat organik yang anda tanam menghasilkan buah yang bagus. Yang pertama adalah penyiraman. Tomat tidak suka terlalu banyak air, jadi, penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari saja. Penyulaman juga penting untuk dilakukan, agar tomat dapat tumbuh dengan baik dan menghilangkan bagian yang rusak yang mengganggu pertumbuhan tomat. Sebaiknya proses ini dilakukan 7 sampai 10 hari setelah bibit dipindahkan dari polybag. Tanaman tomat juga memerlukan pemasangan ajir. Hal ini dilakukan agar tomat dapat tumbuh tegak dan mempermudah proses pemanenan. Lakukan proses ini setelah tanaman tomat berumur 1 minggu. Pasang ajir dan ikat ujung-ujungnya agar membentuk segitiga. Setelah tomat berumur 3 – 4 minggu, perlu dilakukan proses pengikatan pada ajir. Hal ini perlu dilakukan seminggu sekali sampai pertumbuhan batang berhenti. Tunas-tunas baru diketiak daun juga perlu dipangkas agar pertumbuhan terkonsentrasi pada tunas penghasil buah tomat.
Selanjutnya, perlu juga dilakukan teknik budidaya perempelan daun. Daun yang mendekati tanah atau terlalu lebat dipotong agar penerimaan sinar matahari optimal. Pemupukan juga perlu dilakukan agar tomat mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh. Pupuk yang kita gunakan adalah pupuk organik, seperti pupuk kandang dan kompos. Perlu juga diberikan pupuk pelengkap cair (PPC) setiap 10 hari sekali. Selanjutnya adalah proses penyiangan. Proses ini dilakukan agar tomat tidak terganggu oleh gulma yang tumbuh disekitarnya. Cara mudah untuk melakukan proses ini, gunakan tangan untuk mencabuti gulma pengganggu. Dan proses pemeliharaan paling penting adalah pengendalian hama. Karena kita menggunakan teknik menanam tomat organik, maka pestisida yang kita gunakan juga harus organik dan aman. Untuk itu, gunakan pestisida nabati yang berasal dari ekstrak dan fermentasi tanaman. Proses penyemprotan pestisida ini sebaiknya dilakukan pada sore atau malam hari, karena pada waktu itu, hama yang menyerang tumbuhan tomat sangat aktif.

Panen

Setelah tanaman tomat organik berumur sekitar 75 hari, proses pemanenan dapat dilakukan. Ada beberapa tips yang bisa anda pakai untuk memanen tomat. Pertama, pilih buah yang sudah bewarna kekuningan dan bagian tepi daun dan batang mongering. Pegang buah dengan ditelapak tangan dan patahkan batang tomat dengan tangan anda lainnya. Proses ini paling baik dilakukan saat cuaca cerah dan bisa dilakukan sebanyak 16 kali setiap 3 sampai 4 hari sekali. (1001budidaya.com/ABNS)


Cara Menanam Tomat Dalam Polybag


Tomat adalah jenis sayuran yang tergolong mudah dibudidayakan. Tomat juga bisa dipelihara dalam pot atau polybag tanpa perlu lahan yang luas. Anda juga dapat menanamnya di pekarangan diantara bunga yang Anda tanam. Pada dasaarnya tomat bisa tumbuh baik didataran rendah maupun dataran tinggi antara 0-1500 meter dpl dengan pH sekitar 5,5-7. Asalkan dengan perawatan yang baik, tanaman tomat akan tumbuh baik dan subur.

Pemilihan jenis tanaman

Umunya tomat dibagi menjadi empat golongan sesuai bentuk buahnya. Pertama adalah tomat buah/tomat granola yang berbentuk bulat dengan pangkal mendatar. Kedua adalah tomat gondol yang berbentuk lonjong, biasa digunakan untuk bahan baku saos. Ketiga adalah tomat sayur yang teskturnya keras dengan rasa yang sedikit asam. Keempat adalah tomat cherry yang berbentuk kecil dan rasanya manis sedikit asam.

Pemilihan benih tomat

Pertama-tama pilih jenis tomat dan varietas yang sesuai dengan lahan budidaya, kondisi iklim, dan ketinggian. Pilih bibit unggul dari benih yang unggul dan terpercaya yang bisa didapatkan di toko-toko pertanian sekitar Anda. Baca petunjuk dan sifat tanaman pada label yang tertera di kemasan benih dan tanam sesuai anjuran.

Penyemaian benih tomat

Pertama-tama benih yang berupa biji harus direndam dalam air beberapa jam. Sembari menunggu benih yang direndam siapkan tempat dan media persemaian. Campurkan tanah dan kompos/pupuk kandang dengan komposisi 2:1 dan campur sampai rata kemudian letakkan pada wadah persemaian. Angkat benih dan tebarkan pada media persemaian, letakkan pada tempat yang terlindung dari air hujan dan sinar matahari langsung. Selain persemaian menggunakan wadah, persemaian juga bisa dengan bedengan, rak semai, atau polybag semai. Jika menggunakan bedengan, buat dengan kedalaman 1 cm dengan jarak 5 cm, tiap larik diberi benih berjarak 3 cm. Apabila menggunakan ploybagcukup dengan membenamkan benih sedalam 1 cm dengan 1 b3nih tiap polybag. Lakukan penyiraman rutin setiap 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Beri pupuk sedikt agar benih tetap mendapat nutrisi. Bibit tanaman tomat siap tanam setelah berusia 30 hari atau sudah terdapat minimal 5 helai daun.

Pemindahan bibit tomat

Siapkan media tanam dalam polybag besar dengan komposisi tanah, arang sekam, dan kompos pada perbandingan 2:1:1. Cabut bibit dari persemaian dengan hati-hati dan jangan sampai akar dan batang tanaman putus atau rusak, kemudian tanam tegak lurus dalam polybag. Usahakan posisi akar dalam keadaan lurus tidak bengkok atau terlipat dengan disesuaikan kedalaman lubang sepanjang akar bibit. Bila igin gampang maka pindahkan bibit beserta tanah persemaiannya kedalam polybag yang lebih besar. Polybag semai yang masih utuh bisa dipakai berulang-ulang.

Pemeliharaan dan perawatan

Perhatikan dan cek rutin setiap hari agar media tanam tidak kering, siram setiap 2 kali sehari tiap pagi dan sore tetapi jaga jangan sampai terlalu lembab agar tanaman tidak busuk. Jangan lupa siangi gulma dan rumput yang tumbuh. Cabut tanaman yang layu atau mati dan ganti dengan bibit baru. Berian ajir sebagai penopang tanaman agar batang yang berbuah tidak patah dan rusak. Berikan pupuk setelah tanaman berusia 1 minggu dengan kompos/pupuk kandang berdosis 1 genggam/polybag. Lakukan tiap bulan, bila perlu dapat ditambahkan pupuk organik cair. Kontrol apabila ada hama dan peyakit pada tanaman, berantar dengan cara alami.

Pemanenan

Tomat sudah siap dipanen apabila telah berusia 3 bulan seelah tanam. Ciri-ciri tomat siap panen adalah warna buahnya kekuning-kuningan, tepi daun mulai mengering dan batang berubah jadi menguning. Lakukan pemanenan pada buah yang telah matang betul. Pemanenan bisa dilakukan tiap 2-3 hari sekali dan dipetik pada pagi dan sore hari. (cara.media/ABNS)

Cara Menanam Dan Budidaya Sawo


Sawo merupakan tanaman buah tropis yang mempunyai rasa manis, berkulit tipis, dan berbuah tebal. Sawo bisa langsung dimakan sebagai buah segar atau bahan makan olahan seperti es krim, selai, sirup, anggur atau cuka. Tanaman ini akan tumbuh optimal di daerah yang beriklim basah sampai kering. Perawatan buah sawo juga mudah dan bisa dilakukan meski tanpa keahlian bercocok tanam yang mumpuni. Sawo juga merupakan tanaman yang bisa dimanfaatkan kayunya. Jenis kayu yang dihasilkan mempunyai kualitas yang tidak kalah dengan kayu jenis lain. Apabila dilihat dari keunggulannya tersebut rasanya tidak ada salahnya jika Anda menanamnya di pekarangan atau kebun Anda. Jika Anda sedang mencari panduannya, berikut adalah panduan selengkapnya:

Pembibitan

Pilih bibit yang berasal dari cangkokan atau sambungungan. Jika bibit berasal dari biji akan lambat menghasilkan buah. Pilih bibit yang sehat dengan daun segar berwarna hijau dan sempurna serta bebas hama penyakit. Cari cabang atau ranting yang bagus, mulus, dan sehat. Tanaman sawo dari biji berbuah pada umur 7 tahun. Ambil biji dan keringkan selama 3-7 hari. Simpan beberapa waktu dan tanam dengan media pasir setebal 10-15 cm kemudian tutup lagi dengan tanah setebal 1-2 cm. Siram untuk menjaga tanah agar lembab, setelah 7-15 hari maka biji akan berkecambah. Setelah panjang kecambah 2-5 mm dapat segera dipindahkan. Sedangkan untuk bibit cangkokan dipilih dari batang yang sudah berumur 3-6 bulan dengan diameter batang 0,3–0,7 cm. Jika bibit dari sambung pucuk ambillah batang dengan ketinggian 15-20 cm dari permukaan tanah, kemudian sayat membentuk huruf V sepanjang 3-5 cm. Sayat cabang sambungan sepanjang 4 cm sesuai ukurahn sayatan. Sambung dan ikat dengahn kantong plastik bening selama 10-15 hari. Bibit sambungan dan cangkokan bisa dipindahkan setelah umur 1,5-3,5 bulan.

Pengolahan Lahan

Siapkan lahan tanam dengan membajak atau mencangkul tanah yang lebih dulu diberi pupuk kandang/kompos sebagai pupuk dasar. Jika tanah keadaannya terlalu asam tambahkan dolomit/kapur pertanian. Selanjutnya buatlah lubang tanam 30 cm dan beri pupuk urea dengan dosis 200 kg/hektar. Dosis bisa disesuaikan dengan kondisi lahan tanam, bila sudah cukup subur maka dosisnya dikurangi, dan jika telalu gersang bisa ditambahkan.

Penanaman

Buatlah lubang dengan jarak tanam untuk sawo berukuran 12 m x 12 m. Buat lubang tanam dengan ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm. Pisahkan tanah galian bagian atas sedalam 30 cm dan campur dengan pupuk kandang sebanyak 20 kg. Biarkan lubang tanam terjemur sinar matahari selama 1-2 minggu. Masukkan di lubang tanam selanjutnya timbun dengan tanah galian atas. Lakukan penyiraman dengan teratur sehingga tanah tetap terjaga kelembabannya.

Pemeliharaan Tanaman

Lakukan penyiangan tanaman setelah 1-2 bulan tanam agar tanaman tumbuh maksimal. Pembubunan juga harus dilakukan untuk menggemburkan pada areal tanaman sawo juga untuk memperkokoh batang tanaman sawo. Berikan pemupukan sebanyak 250-500 gr urea per pohon per tahun sebelum berbuah. Berikan pupuk NPK 10:20:15 sebanyak 500 gr/pohon per tahun. Jika ingin pemberian pupuk organik maka berikan 10 kg pupuk kandang/pohon. Pemberian dilakukan di sekeliling lingkaran dengan lebar dan kedalaman 10 cm. Lakukan penyiraman paling sedikit 2 minggu sekali. Penyiraman dilakukan sampai tanaman berumur 3-4 tahun, selanjutnya berikan penyiraman jika tanah kering dan cuaca panas. Lakukan juga pemangkasan jika sudah mencapai ketinggian 20 m. Pemangkasan dilakukan pada batang yang sudah memiliki panjang 100-160 cm.

Pemanenan

Sawo sudah bisa dipanen buahnya setelah umur 3-5 tahun. Ambil buah dengan ciri-ciri berukuran maksimal, kulit berwarna cokelat muda, daging buah agak lembek, dan mudah terlepas dari tangkainya. Panenlah menggunaakan galah berjaring agar tidak rusak karena jatuh ke tanah. Cuci dengan segera setelah panen dilakukan. Keringkan dan simpan sebelum didistribusikan. (cara.media/ABNS)

Cara Menanam Dan Budidaya Pohon Pandan Bali


Bunga pandan bali, nama yang sudah tidak asing lagi bukan bagi Anda? Ya, pohon pandan bali sangat umum digunakan sebagai tanaman hias penghias taman atau ruangan. Pandan bali sendiri ada dua jenis, yakni yang bercabang atau yang lurus. Keduanya sebenarnya sama-sama cantiknya. Namun pemilihan jenis tanaman yang tepat akan membuat sudut tanaman atau ruangan yang Anda letaki tanaman ini akan terlihat indah dan pas. Pandan bali tergolong tanaman yang mudah tumbuh dengan penanaman dan perawatan yang mudah. Nah, agar lebih jelas tentang penanaman dan perawatannya, silahkan Anda baca panduannya berikut ini:

Pembibitan

Pembibitan pandan bali dilakukan dengan perbanyakan tunas. Caranya dengan memisahkan tunas yang sudah muncul dengan pisau tajam dan sangat hati-hati agar tidak merusak sistem perakarannya. Setelah tunas terpisah maka diamkan beberapa saat di tempat lembab/basah sebelum ditanam agar tidak layu.

Penanaman

Pertama-tama siapkan terlebih dahulu media tanamnya berupa olahan tanah dengan pupuk kandang/kompos (1:1). Selanjutnya buat lubang tanam sedalaman 20-25 cm dan tanam bibit arah tegak lurus. Kemudian setelah itu timbun dengan media tanam disekitarnya dan padatkan agar kuat tidak roboh setelah ditanam. Siram agar tanaman tidak layu dan dapat tumbuh baik.

Perawatan

Tanaman ini tidak memerlukan perawatan yang rumit, hanya butuh penyiraman berkala saat terlihat kering saja dengan penyiraman secukupnya jangan sampai berlebihan. Sering-seringlah melakukan pemangkasan agar tanaman bisa tetap terlihat cantik. Lakukan juga penyiangan agar nutrisi bisa terserap maksimal. Sebaiknya lakukan bersamaan dengan pemupukan yakni setiap 1,5-2 bulan sekali. (cara.media/ABNS)

Cara Menanam Dan Budidaya Pisang


Pisang merupakan tanaman buah yang banyak mengandung vitamin, mineral, dan karbohidrat. Pisang bisa tumbuh baik di daerah beriklim tropis basah, lembab, maupun panas. Tanaman ini membutuhkan curah hujan antar 1.520-3.800 mm/tahun dengan 2 bulan kering. Pisang juga akan tumbuh optimal jika ditanam di tanah berhumus dengan tingkat pemupukan yang baik dan pengaiiran yang benar. Umumnya pisang ditanam dan dibudidayakan di dataran rendah 0 meter dpl sampai dataran tinggi 2.000 meter dpl. Pisang memiliki banyak jenis antara lain, pisang ambon, pisang nangka, pisang kepok, pisang tanduk, dll. Permintaan pasar akan pisang belum bisa terpenuhi, bahkan setiap tahun selalu meningkat. Bisa ditarik kesimpulan bahwa pisang bisa sangat menjanjikan jika ditekuni dan dijalankan sebagai bisnis. Anda tertarik? Berikut adalah cara budidayanya:

Pembibitan

Dalam budidaya pisang, untuk memperoleh bibit bisa dengan cara vegetatif dari tunas/anakan. Carilah bibit dengan tinggi anakan 1-1,5 m dengan lebar 15 – 20 cm. Usahakan bibit diperoleh dari pohon induk yang berbuah baik dan sehat dengan daun berbentuk pedang berhelai daun sempit. Pohon yang ingin dijadikan indukan sebaiknya dibiarkan dalam satu pohon dibiarkan bertunas antara 7- 9. Selanjutnya potong dan bersihkan bibit dari tanah yang menempel pada akar. Letakkan bibit pada tempat teduh kira-kira 1-2 hari sebelum tanam, buang daunnya dan sisakan ujung daunnya saja.

Pengolahan Media

Pertama-tama bersihkan gulma dan rumput liar pada lahan. Selanjutnya buatlah media semai dengan campuran tanah dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1:1. Gemburkan tanah yang masih padat dengan cara dibajak atau dicangkul. Buatlah guludan dan saluran drainase air agar tidak terjadi pembusukan. Buatlah lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm untuk tanah keras dan 30 x 30 x 30 cm untuk jenis tanah gembur. Buat jarak tanam untuk pohon pisang 3 x 3 m untuk tanah lembut dan 3,3 x 3,3 m untuk tanah berat.

Penanaman

Cara penanaman bisa dilakukan saat musim hujan yaitu bulan september-oktober. Masukkan bibit dengan posisi tegak kedalam lubang yang sudah disiapkan. Tutup dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang. Setelah masa tanam dimulai maka lakukan pemupukan dengan Urea 207 kg/ha yang diberikan 2 kali setahun. Sedangkan setelah 6 bulan pertama berikan pupuk SP-36 138 kg/ha (2 kali setahun ), dan KCl 608 kg/ha juga setelah 6 bulan tanam (2 kali setahun )

Perawatan

Sisakan dalam satu rumpun sebanyak 3-4 batang pohon pisang saja. Usahakan masing-masing pohon mempunyai usia yang berbeda agar pemanenannya mudah. Bongkar dan tanami dengan pohon baru setelah 5 tahun masa tanam.
Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan penimbunan dapuran dengan tanah.
Penyiangan dan penggemburan jangan terlalu dalam.
Pangkas daun kering. Lakukan pemeliharaan dengan memotong jantung pisang setelah jaraknya 25 cm dari sisir buah terakhir. Berikan batang penyangga dari bambu agar tanaman tidak rubuh pada proses pemasakan buah. Kontrol secara berkala dan hindarkan tanaman dari hama/penyakit. Bila sudah terlanjur terserang maka gunakan obat dan pestisida yang sesuai dan dosis yang tepat.

Pemanenan

Panen sudah bisa dilakukan setelah daun bendera terlihat mengering, usia 80-100 hari dengan siku-siku buah yang jelas dan terlihat bulat. Potong bagian pangkal tandan, dan pisahkan agar getah tidak menetes mengotori buah lain. Setelahnya panen dalam satu kebun dapat dilakukan 3-10 hari sekali. (cara.media/ABNS)

Cara Menanam dan Budidaya Petsai atau Sawi Putih


Petsai (Brassica chinensis L.) atau besai adalah tanaman sayur yang diambil daun dan batangnya. Petsai mirip dengan sawi hanya saja berdaun lebar dan berwarna kuning kehijauan atau hijau muda dengan batang berwarna putih pendek sehingga hampir tidak terlihat, sedangkan tulang daun utamanya lebar dan berwarna putih. Petsai juga sering disebut sawi putih. Pada dasarnya petsai dibagi menjadi dua, yakni petsai -sin (Brassica pekinensis L.) yang mempunyai daun kasar, berkerut–kerut, dan berbulu halus dengan krop panjang/lonjong yang mudah rusak dan bentuknya tidak kompak. Packhoi (Brassica chinensis L.) yang mempunyai daun halus, tidak berkerut, tidak berbulu dengan krop lepas/terpisah dan tidak mudah rusak. Petsai cocok ditanam di dataran tinggi, sedangkan pakchoi bisa ditanam baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Lahan yang baik bagi petsai adalah lahan yang berada pada 1000 m dpl dengan suhu 12-22 derajat celcius dan ber-pH antara 6-7,5. Rata-rata untuk per hektarnya dibutuhkan benih 200-250 g.

Persemaian

Rendam benih yang sudah disipkan ke dalam air hangat (50°C). Bisa juga direndam ke dalam larutan Previcur N (1 ml/l) dan diamkan selama 1 jam. Kemudian barulah benih ditebar pada media persemaian dari tanah dan pupuk kandang/kompos dengan komposisi 1:1. Diamkan selama 2-3 hari ditempat teduh dan tutup dengan daunpisang agar tidak terkena udara dan air hujan. Setelah 7-8 hari, bibit dipindahkan kedalam polyabag agar pada saat penanaman nanti mudah untuk dipindahkan. Bibit yang sudah berumur 3–4 minggu (memiliki 4-5 daun), maka bibit siap dipindah ke lahan tanam.

Pengolahan Lahan

Tanah yang akan dijadikan lahan tanam sebaiknya diberikan pupuk kompos/pupuk kandang 1-2 minggu sebelum tanam. Tanah yang sudah siap kemudian dicangkul atau dibajak agar menjadi gembur. Selanjutnya buat lubang tanaman antar baris dengan jarak 40-50 cm. Apabila diperlukan, pemberian Kapur/Dolomit bisa ditambahkan dengan dosis 1,5 ton/hektar 3-4 minggu saat pengolahan tanah yang ber-pH kurang dari 5,5.

Pemupukan

Pupuk yang diberikan untuk tanaman adalah:
1. Pupuk alami
Pupuk kandang dengan dosis 30 ton/hektar pupuk kandang sapi, 20 ton/hektar pupuk kandang domba, atau bisa juga kompos jerami padi 18 ton/hektar.
2. Pupuk buatan
Pupuk buatan diberikan pada dosis 100 kg/hektar urea, 250 kg/hektar ZA, 250 kg/hektar TSP atau SP-36 dan 200 kg/hektar KCl. Setiap tanaman. Pupuk bisa diberikan setelah usia mencapai 3-4 minggu.

Pemeliharaan Tanaman

Lakukan penyiraman rutin setiap hari pagi dan sore hari sampai petsai tumbuh baik/lilir. Selanjutnya setelah itu penyiraman bisa disesuai kebutuhan saja, misalkan saat lahan hampir mengering. Segera sulam tanaman yang mati dengan yang baru sampai usia tanaman antara 10–15 hari, bila lebih maka tidak perlu disulami karena hasil sulaman akan sulit bersaing dengan tanaman sebelumnya. Pantau dan siangi bila ada gulma atau rumput yang tumbuh. Jaga dari serangan hama dan penyakit, pencegahan bisa dilakukan dengan membuat drainase yang baik, rotasi tanaman, kemudian penggunaan pestissida yang tepat.

Pemanenan

Setelah umur tanam petsai mencapai 60 hari dan ciri-cirinya berkrop besar dan kompak, petsai siap dipanen. Petsai yang terlalu muda bisa mudah rusak dalam proses pengiriman, sebaliknya jika terlalu tua maka kropnya tidak kompak. Cara memanennya cukup mudah, potong pangkal batang petsai, sisakan 2-3 lembar daun agar menjadi pelindung saat proses diatribusi. Rata-rata hasil panen petsai per hektar bisa mencapai 15–20 ton. (cara.media/ABNS)

Cara Budidaya Pohon Sengon


Sengon merupakan tanaman kayu yang banyak dijumpai baik di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Sifatnya yang adaptif membuat tanaman satu ini populer ditanam sebagai tanaman investasi yang relatif memiliki waktu singkat dengan haarga jual yang lumayan tinggi. Pohon ini mempunyai daun kecil-kecil, rapat, dan berbentuk seperti daun lamtoro. Sengon sudah lama dikenal sebagai tanaman yang bagian kayunya digunakan sbagai bahan baku mebel maupun bangunan. Bila dibandingkan dengan jati, sengon lebih cepat masa panen hasilnya. Kualitas dan kepadatan kayunya juga tidak kalah dengan jati. Bahkan banyak perusahaan mebel yang lebih meminati sengon daripada jati. Nah, ini bisa jadi kesepatan bagi Anda untuk menjadikan sengon tanaman investasi Anda. Tenang, cara penanaman dan perawatannya cukup mudah, jadi Anda pasti bisa membudidayakannya. Jika Anda tertarik, berikut adalah cara tanamnya:

Pembenihan

Buatlah media tanam dari tanah dan kompos/pupuk kandang dengan perbandingan 1:1, kemudian letakkan pada tempat semai dengan ukuran bak tabur 5 x 1 m. Taburkan benih sengon pada media kemudian tutup dengan sisa media setebal 10 cm. Sebaiknya media tanam bebas dari sampah untuk menghindari timbulnya penyakit.Lakukan penyiraman secukupnya pada waktu pagi hari atau sore hari untuk menjaga kelembaban media tanam. Setelah berumur 7-10 hari maka kecambah akan tumbuh. Selanjutnya Lakukan pemeliharaan pada bibit muda agar tumbuh baik.

Pemeliharaan Bibit

Lakukan penyiraman bibit yang sudah disemai dengan hati-hati secara teratur setiap hari saat pagi hari dan sore hari. Letakkan persemaian pada naungan agar terhindar dari air hujan dan panas matahari secara langsung. Lakukan pemupukan dengan urea/TSP sebanyak 2 sendok makan per 2 minggu, pada umur 6 bulan, ketika tingginya 70 – 125 cm, bibit siap dipindahkan ke kebun. Segera lakukan penyulaman jika ada bibit yang mati. Terapkan penyiangan pada bibit yang terserang gulma dan rumput liar agar nutrisi bisa diserap secara optimal. Pastikan bibit tumbuh dengan baik, rapikan apabila ada akar-akar yang keluar dari polybag.

Persiapan Lahan

Persiapan lahan yang harus dilakukan adalah dengan menaburkan kompos/pupuk kandang pada lahan tanam dengan komosisi 2 ton/hektar. Pemberian nutrisi dasar tersebut dilakukan saat 3-4 minggu sebelum masa penggarapan tanah dengan pembajakan dan pencangkulan. Hal ini dimaksudkan agar tanah menjadi gembur dan mengandung nutrisi dasar. Jika kondisi tanah ber-pH rendah maka tambahkan kapur/dolomit agar pH tanah menjadi netral. Setelah itu diamkan tanah selama 2-3 minggu sebelum ditanami.

Penanaman

Lepaskan kantong plastik persemaian lalu letakkan pada lubang yang telah dibuat. Pastikan posisi tanam tegak dan letakkan dengan hati-hati agar akar tidak rusak. Tutup lubang dengan tanah lalu padatkan dengan lembut tanah disekitarnya. Kemudian siram agar kelembaban tanah tetap terjaga.

Pemeliharaan

Pemeliharaan yang dilakukan adalah (1) penyulaman, dilakukan pada tumbuhan yang mati saat tanam. (2) penyiangan, dilakukan saat gulma dan rumput liar merimbun disekitar tanaman muda. (3) Perompangan, dilakukan agar tanaman dapat tumbuh optimal dengan melakukan pemilihan dan penebangan batang cabang tanaman yang terlalu rimbun. (4) pemupukan, dilakukan bersamaan dengan penyiangan, kemudian lakukan pendangiran agar peyerapan pupuk bisa optimal .

Panen

Setelah umur 6-8 tahun sengon sudah mulai laku dijual sebagai bahan mebel. Sedangkan untuk bahan bangunan setidaknya biarkan sampai umur 10-15 tahun atau disesuaikan dengan ukuran pasar. (cara.media/ABNS)

Tips Menanam Pohon Buah Mangga


Pada postingan ini bibithijau.blogspot.com ingin memberikan sedikit tips menanam pohon buah mangga yang dapat ditanam di sekitar rumah ataupun di pekarangan rumah. Siapa yang tidak kenal dengan buah mangga ...sebagai salah satu jenis pohon buah yang paling banyak diminati masyarakat indonesia. Sebenarnya sangat mudah untuk menanam bibit pohon buah mangga karena pohon buah mangga ini bukanlah pohon buah yang sensitif. Sangat mudah ditanam namun lumayan lama untuk menghasilkan buah harus sedikit sabar ya! Langkah pertama sebelum anda bercocok pohon buah mangga tentunya harus mempunyai bibit pohon buah mangga terlebih dahulu. Baiklah langsung saja dibawah ini beberapa tips menanam pohon buah mangga dengan teknik sederhana.

Teknik Penanaman

  • Ukur luas tanah anda, maksudnya agar bisa disessuaikan berapa bibit pohon buah mangga yang akan ditanam Untuk jarak tanaman pohon mangga bagusnya mempunyai jarak renggang 5-10 meter, dengan teknik diagonal atau disejejarkan bisa juga dengan bentuk segi tiga sama sisi.
  • Gali tanah ukuran Lebar dan Tinggi sekitar 50-100cm (L.100 cm T.100 cm direkomendasikan)
  • Bakar lubang hasil galian bisa menggunakan memasukan jerami atau sampah kering ke dalam lubang kemudian bakar. atau lebih bagus lubang hasil galian dibiarkan 1-2 minggu terbuka dan terkena sinar matahari.
  • Tanah hasil galian di campur dengan gabah atau dedak dan ditambah dengan pupuk kandang
  • Siapkan bibit tanaman mangga
  • Buka dan keluarkan dari polybag 
  • Masukan tanah hasil campuran ke dalam lubang
  • Jika sudah mencapai ketinggian sepertiga masukan bibit ke dalam lubang kemudian masukan tanah sisa hasil galian
  • Mangga hasil okulasi biasanya terdapat mata okulasi. jangan sampai batas okulasi tertanam atau tertimbun tanah. Penanaman selesai.

Perawatan

Setelah pohon mangga di tanam lakukan penyiraman minimal 1-2 setiap hari. Lakukan pembersihan lahan di sekitar pohon dari gangguan rumput dan hama lainnya. Setelah 2 bulan lakukan pemupukan menggunakan pupuk organik/kandang bisa juga dengan pupuk anorganik seperti NPK, KCL, atau ZA pesan terakhir cintailah pepohonan hijau dan buah buahan sehingga kan tumbuh subur makmur. (bibithijau.blogspot.com/ABNS)

Cara Menanam Dan Budidaya Buah Mangga


Mangga merupakan tanaman buah yang sangat umum dan populer dikalangan masyarakat dari skala konsumsi sendiri di pekarangan rumah sampai skala kebun yang luas dan bertujuan komersil. Mangga termasuk buah yang memiliki rasa manis, kandungan air yang cukup banyak, dan mudah untuk ditanam. Jika dilihat dari banyaknya produk yang berlabel mangga, muali dari makanan, minuman, sampai cemilan menandakan bahwa buah mangga potensial untuk dijadikan sumber pendapatan yang pasti setiap tahunnya. Jika dibandingkan dengan tanaman buah jenis lain, mangga adalah tanaman buah dengan cara penanaman dan perawatan yang sangat mudah. Tanaman satu ini bisa tumbuh baik di daerah dataran rendah maupun dataran tinggi dengan segala jenis karakter tanah. Jadi Anda tak perlu bimbang apakah akan menanam atau tidak, Anda akan yakin setelah membaca panduan berikut ini:

Pembibitan

Pembibitan bisa dilakuakan dengan cara okulasi, sambung pucuk, dan cangkok. Pilih pohon mangga dengan buah yang berkualitas baik. Kupas buahnya dan pisahkan bijinya lalu jemur hingga kering. Jika ingin cepat tumbuh, hilangkan kulit bijinya agar cepat tumbuh tunas baru dalam waktu 2-5 minggu. Semaikan benih pada media tanam dari campuran tanah, pasir kasar, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1 yang sudah ditempatkan di polybag semai. Letakkan polybag semai di tempat teduh yang terlindung dari hujan dan panas matahari secara langsung. Siram dan pupuk secara rutin sampai muncul batang dan daun muda. Setelah 4 minggu maka bibit bisa langsung dilakukan okulasi, sambung pucuk dengan varietas unggul sesuai keinginan. Setelah bisa tumbuh normal maka pindahkan ke lahan tanam yang sudah disiapkan.

Penanaman

Pertama-tama olah tanah pada lahan tanam dengan menambahkan pupuk kandang/kompos dengan waktu pemberian 1-2 minggu sebelum diolah. Lakukan pembajakan atau pencangkulan agar tanah dapat tercampur secara sempurna. Selanjutnya buatlah lubang tanam sekaligus mengatur jarak tanam sekitar 5-10 m antar pohon. Lubang tanam sebaiknya dibuat dengan lebar dan kedalaman antara 50-100 cm. Masukkan jerami atau sampah kering ke dalam lubang tersebut lalu dibakar, diamkan selama 1-2 minggu. Masukkan bibit dalam lubang tanam dan tambahkan pupuk kandang lalu tutup dengan tanah. Ingat, penanaman bibit disertai tanah dalam polybagnya.

Perawatan

Lakukan penyiraman untuk bibit sebanyak 1-2 kali per hari. Setelah tanam di lahan tanam luas lakukan penyiraman jika tanah atau cuaca terasa kering dan panas. Lakukan juga penyiangan agar pertumbuhan bibit bisa baik dan maksimal. Setelah itu tanaman bisa diberikan pemupukan setelah 2 bulan tanam. Pemupukan bisa diberikan pupuk organik dengan pupuk kompos/pupuk kandang. Apabila ingin lebih maksimal dapat diberikan pupuk buatan seperti ZA, KCl, atau NPK.

Pemanenan

Mangga sudah bisa berbunga dan berbuah setelah masuk masa tanam 3-4 tahun. Setelah itu pemanenan bisa dilakukan setelah buah terlihat menghijau tua dan berumur sebulan setelah tumbuh bunga. Petik buah dengan orok-orok/galah petik berjaring agar buah mangga tidak jatuh ke tanah. Buah yang jatuh ke tanah akan busuk, pecah, dan tidak laku dijual. Usahakan pemetikan seminggu sebelum masak agar buah tidak busuk saat pengiriman. Buah mangga termasuk buah yang bisa melakukan pematangan meski setelah di petik. (cara.media/ABNS)

Menanam Dan Merawat Pohon Manggis

Cara budidaya buah manggis,tanaman manggis akhir akhir ini menjadi primadona buah kelas dunia, dulu buah manggis dipandang orang dengan sebelah mata, tapi sekarang buah ini sudah masuk di super market super market papan atas, bahkan trandnya sudah mulai menggeser buah buah impor semacam, Anggur , kiwi,apel dan lain lainnya. Disamping sebagai buah meja, manggis kini juga sudah masuk menjadi bahan baku Industri Farmasi, karena kulitnya mengandung anti oksidan yang sangat baik buat kesehatan.Berikut ini akan kami sampekan cara Menanam Dan Merawat Pohon Manggis selengkapnya.


JENIS TANAMAN MANGGIS
Klasifikasi botani pohon manggis adalah sebagai berikut:

Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Keluarga : Guttiferae
Genus : Garcinia
Spesies : Garcinia mangostana L

Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok merekomendasikan tiga klon manggis, yaitu:

Kelompok besar: panjang daun>20 cm; lebar>10 cm; ketebalan kulit buah>9 mm; diameter buah>6,5 cm; berat buah>140 gram; buah tiap tandan 1 butir.
Kelompok sedang: panjang daun 17-20 cm; lebar 8,5-10 cm; ketebalan kulit buah 6-9 mm; diameter buah 5,5-6,5 cm; berat buah 70-140 gram; buah tiap tandan 1-2 butir.


Kelompok kecil: panjang daun<17

MANFAAT TANAMAN MANGGIS
Buah manggis dapat disajikan dlm bentuk segar, sebagai buah kaleng, dibuat sirop/sari buah. Secara tradisional buah manggis adalah obat sariawan, wasir & luka. Kulit buah dimanfaatkan sebagai pewarna termasuk utk tekstil & air rebusannya dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Batang pohon dipakai sebagai bahan bangunan, kayu bakar/ kerajinan.

DAERAH PENGHASIL MANGIS
Pusat penanaman pohon manggis adalah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jawa Barat (Jasinga, Ciamis, Wanayasa), Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jawa Timur & Sulawesi Utara.

SYARAT TUMBUH MANGGIS



Iklim
Dalam budidaya manggis, angin berperan dlm penyerbukan bunga utk tumbuhnya buah. Angin yg baik tidak terlalu kencang.
Daerah yg cocok utk budidaya manggis adalah daerah yg memiliki curah hujan tahunan 1.500–2.500 mm/tahun & merata sepanjang tahun.
Temperatur udara yg ideal berada pada kisaran 22-32°C.

Media Tanam
Tanah yg paling baik utk budidaya manggis adalah tanah yg subur, gembur, mengandung bahan organik.
Derajat keasaman tanah (pH tanah) ideal utk budidaya tanaman manggis adalah 5–7.
Untuk pertumbuhan tanaman manggis memerlukan daerah dengan drainase baik & tidak tergenang serta air tanah berada pada kedalaman 50–200 m

Ketinggian Tempat
Pohon manggis dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai di ketinggian di bawah 1.000 m dpl. Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah dengan ketinggian di bawah 500-600 m dpl. [iklim, media dan ketinggian manggis]
Budidaya Tanaman Manggis
Budidaya Tanaman Manggis

TATA CARA BUDIDAYA MANGGIS

Pembibitan Manggis
Pohon manggis dapat diperbanyak dengan biji/bibit hasil penyambungan pucuk & susuan. Pohon yg ditanam dari biji baru berbunga pada umur 10-15 tahun sedangkan yg ditanam dari bibit hasil sambungan dapat berbunga pada umur 5-7 tahun.

Pemilihan Benih
Perbanyakan dengan biji utk batang bawah Biji yg akan dijadikan benih diambil dari buah tua yg berisi 5-6 segmen daging buah dengan 1-2 segmen yg berbiji, tidak rusak, beratnya minimal satu gram & daya kecambah sedikitnya 75%. Buah diambil dari pohon yg berumur sedikitnya 10 tahun.
Untuk pembuatan bibit dengan cara sambungan diperlukan batang bawah & pucuk (entres) yg sehat. Batang bawah adalah bibit dari biji berumur lebih dari dua tahun dengan diameter batang 0.5 cm & kulitnya berwarna hijau kecoklatan.

Penyiapan Benih
Perbanyakan dengan biji utk batang bawah utk menghilangkan daging buah, rendam buah dlm air bersih selama 1 minggu (dua hari sekali air diganti) sehingga lendir & jamur terbuang. Biji akan mengelupas dengan sendirinya & biji dicuci sampai bersih. Celupkan biji kedalam fungisida Benlate dengan konsentrasi 3 g/L selama 2-5 menit. Keringanginkan biji di tempat teduh selama beberapa hari sampai kadar airnya 12-14%.
Pucuk utk sambungan berupa pucuk (satu buku) yg masih berdaun muda berasal dari pohon induk yg unggul & sehat. Dua minggu sebelum penyambungan bagian bidang sayatan batang bawah & pucuk diolesi zat pengatur tumbuh Adenin/Kinetin dengan konsentrasi 500 ppm utk lebih memacu pertumbuhan.

Teknik Penyemaian Benih
Perbanyakan dengan biji dlm bedengan Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100-120 cm dengan jarak antar bedengan 60-100 cm. Tanah diolah kedalam 30 cm, kemudian campurkan pasir, tanah & bahan organik halus (3:2:1) dengan merata. Persemaian diberi atap jerami/daun kelapa dengan ketinggian sisi Timur 150-175 cm & sisi Barat 10-125 cm. Benih ditanam di dlm lubang tanam berukuran 10 x 10 cm dengan jarak tanam 3 x 3 cm & jarak antar baris 5 cm pada kedalaman 0,5-1,0 cm. Tutup benih dengan tanah & selanjutnya bedengan ditutup dengan karung goni basah atau jerami setebal 3 cm. Persemaian disiram 1-2 kali sehari, diberi pupuk urea & SP-36 masing-masing 2 g/tanaman setiap bulan. Setelah berumur 1 tahun, bibit dipindahkan ke dlm polybag ukuran 20 x 30 cm berisi campuran tanah & kompos/pupuk kandang (1:1). Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun & siap ditanam dilapangan/dijadikan batang bawah pada penyambungan.
Penyemaian & pembibitan di dlm polybag berukuran 20 x 30 cm. Satu/dua benih disemai di dlm polybag 20 x 30 cm yg dasarnya dilubangi kecil-kecil pada kedalaman 0.5-1.0 cm. Media tanam berupa campuran tanah halus, kompos/pupuk kandang halus & pasir (1:1:1). Simpan polybag di bedengan yg sisinya dilingkari papan/bilah bambu agar polybag tidak roboh. Persemaian disiram 1-2 hari sekali & diberi urea & SP-36 sebanyak 2-3 g/tanaman setiap bulan. Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun & siap ditanam di lapangan atau dijadikan batang bawah pada penyambungan.
Perbanyakan dengan penyambungan pucuk : Adapun cara penyambungan pucuk adalah sebagai berikut:
Potong bahan bawah setinggi 15-25 cm dari pangkal leher lalu buat celah di ujung batang sepanjang 3-5 cm.
Runcingkan pangkal batang atas sepanjang 3-5 cm.
Selipkan bagian runcing batang atas (pucuk) ke dlm celah batang bawah.
Balut bidang pertautan batang bawah & atas dengan tali rafia. Pembalutan dimulai dari atas, lalu ikat ujung balutan dengan kuat.
Tutupi hasil sambungan dengan kantung plastik transparan & simpan di tempat teduh. Setelah 2-3 minggu penutup dibuka & bibit dibiarkan tumbuh selama 3-4 minggu. Balutan dapat dilepas setelah berumur 3 bulan yaitu pada saat bibit telah bertunas. Setelah berumur 6 bulan bibit siap dipindahtanamkan ke kebun.

Selama penyambungan siram bibit secara rutin & siangi gulma.

Perbanyakan dengan penyambungan susuan. Adapun cara penyambungan susuan adalah sebagai berikut:

Pilih pohon induk yg produktif sebagai batang atas.
Siapkan batang bawah di dlm polibag & letakan di atas tempat yg lebih tinggi daripada pohon induk manggis.
Pilih satu cabang (entres) dari pohon induk utk bahan cabang atas. Diameter cabang lebih kecil atau sama dengan batang bawah.
Sayat batang bawah dengan kayunya kira-kira 1/3-1/2 diameter batang sepanjang 5-8 cm.
Sayat pula cabang entres dengan cara yg sama.
Satukan bidang sayatan kedua batang & balut dengan tali rafia.
Biarkan bibit susuan selama 5 - 6 bulan.
Pelihara pohon induk & batang bawah di dlm polibag dengan intensif.
Susuan berhasil jika tumbuh tunas muda pada pucuk batang atas (entres) & ada pembengkakan (kalus) di tempat ikatan tali.
Bibit susuan yg baru dipotong segera disimpan di tempat teduh dengan penyinaran 30% selama 3-6 bulan sampai tumbuh tunas baru. Pada saat ini bibit siap dipindahtanamkan.[bibit manggis]

Pengolahan Media 
Persiapan : Penetapan areal utk perkebunan mangga harus memperhatikan faktor kemudahan transportasi & sumber air.

Pembukaan Lahan
Membongkar tanaman yg tidak diperlukan & mematikan alang-alang serta menghilangkan rumput-rumput liar & perdu dari areal tanam.
Membajak tanah utk menghilangkan bongkahan tanah yg terlalu besar.

Pengaturan Jarak Tanam : Pada tanah yg kurang subur, jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah subur, jarak tanam lebih renggang. Jarak tanam standar adalah 10 m & diatur dengan cara:
segi tiga sama kaki.
diagonal.
bujur sangkar (segi empat).

Pemupukan Manggis: Bibit ditanam di musim hujan kecuali di daerah yg beririgasi sepanjang tahun. Sebelum tanam taburkan campuran 500 gram ZA, 250 gram SP-36 & 200 gram KCl ke dlm lubang tanam & tutup dengan tanah.[pengolahan media tanam manggis]

Teknik Penanaman Manggis

a) Pembuatan Lubang Tanam
Buat lubang tanam ukuran 50 x 50 cm sedalam 25 cm & tempatkan tanah galian tanah di satu sisi. Perdalam lubang tanam sampai 50 cm & tempatkan tanah galian di sisi lain. Keringanginkan lubang tanam 15-30 hari sebelum tanam. Kemudian masukkan tanah bagian dlm (galian ke dua) & masukkan kembali lapisan tanah atas yg telah dicampur 20-30 kg pupuk kandang. Jarak antar lubang 8 x 10 m atau 10 x 10 m dihitung dari titik tengah lubang. utk lahan berlereng perlu dibuat teras, tanggul & saluran drainase utk mencegah erosi.

b) Cara Penanaman
Dengan jarak tanam 10x 10 m atau 8 x 10 m diperlukan 100-125 bibit per hektar. Cara menanam bibit yg benar adalah sebagai berikut:

Siram bibit di dlm polybag dengan air sampai polibag dapat dilepaskan dengan mudah.
Buang sebagian akar yg terlalu panjang dengan pisau/gunting tajam.
Masukkan bibit manggis ke tengah-tengah lubang tanam, timbun dengan tanah sampai batas akar & padatkan tanah perlahan-lahan.
Siram sampai tanah cukup lembab.
Beri naungan yg terbuat dari tiang-tiang bambu beratap jerami. Jika sudah ada pepohonan di sekitarnya, pohon-pohon ini bisa berfungsi sebagai pelindung alami. Pohon pelindung harus bersifat alami & mengubah iklim mikro, misalnya tanaman Albisia & Lamtoro. [teknik menanam manggis]

Pemeliharaan Tanaman

a) Penyiangan
Lakukan penyiangan secara kontinyu & sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan & penggemburan yaitu dua kali dlm setahun.

b) Perempalan/Pemangkasan
Ranting-ranting yg tumbuh kembar & sudah tidak berbuah perlu dipangkas utk mencegah serangan hama & penyakit. Gunakan gunting pangkas yg bersih & tajam utk menghindari infeksi & lapisi bekas pangkasan dengan ter.

c) Pemupukan Manggis
Jenis & dosis pemupukan anjuran adalah:

Pohon berumur 6 bulan dipupuk campuran urea, SP-36 & KCl (3:2:1) sebanyak 200-250 gram/pohon.
Pohon berumur 1-3 tahun dipupuk campuran 400-500 gram Urea, 650-700 gram SP-36 & 900-1000 gram KCl (3:1:2) yg diberikan dlm dua sampai tiga kali.
Pohon berumur 4 tahun & seterusnya dipupuk campuran urea, SP-36 & KCl (1:4:3) sebanyak 3-6 kg.pohon ditambah 40 kg/pohon pupuk kandang. Pupuk ditaburkan di dlm larikan/di dlm lubang-lubang di sekeliling batang dengan diameter sejauh ukuran tajuk pohon. dlm larikan & lubang sekitar 10-20 cm sedangkan jarak antar lubang sekitar 100-150 cm.

d) Pengairan & Penyiraman
Tanaman yg berumur di bawah lima tahun memerlukan ketersediaan air yg cukup & terus menerus sehingga harus disiram satu sampai dua hari sekali. Sedangkan pada pohon manggis yg berumur lebih dari lima tahun, frekuensi penyiraman berangsur-angsur dapat dikurangi. Penyiraman dilakukan pagi hari dengan cara menggenangi saluran irigasi atau disiram.

e) Pemberian Mulsa
Mulsa jerami dihamparkan setebal 3-5 cm menutupi tanah di sekeliling batang yg masih kecil utk menekan gulma, menjaga kelembaban & aerasi & mengurangi penguapan air.[cara memelihara manggis]


MACAM MACAM HAMA PADA BUAH MANGGIS
Ulat bulu
Hama ini melubangi daun.
Pengendalian: (1) menjaga sanitasi lingkungan & pemeliharaan tanaman yg baik; (2) penyemprotan insektisida Bayrusil 250 EC/Cymbush 50 EC dengan konsentrasi 0.1-0.2 %.

Bercak daun
Penyebab: jamur Pestalotia sp., Gloesporium sp. & Helminthosporium sp.
Gejala: bercak pada daun yg tidak beraturan berwarna abu-abu pada pusatnya (Pestalotia sp.), coklat (Helminthosporium sp.) & hitam pada sisi atas & bawah daun (Gloesporium sp.).
Pengendalian: mengurangi kelembaban yg berasal dari tanaman pelindung, memotong bagian yg terserang & menyemprotkan fungisida Bayfidan 250 EC/Baycolar 300 EC dengan konsentrasi 0.1-0.2 %.

Jamur upas
Penyebab: Corticium salmonicolor Berk.et Br.
Gejala: cabang/ranting mati karena jaringan kulit mengering.
Pengendalian: memotong cabang/ranting, mengerok kulit & kayu yg terserang parah & mengolesi bagian yg dipotong dengan cat, atau disemprot dengan Derosal 60 WP 0.1-0.2 %.

Hawar benang
Penyebab: jamur Marasmius scandens Mass Dennis et Reid.
Gejala: miselium jamur tumbuh pada permukaan cabang & ranting membentuk benang putih yg dapat meluas sampai menutupi permukaan bawah daun.
Pengendalian: menjaga kebersihan & memangkas daun yg terserang.

Kanker batang
Penyebab: jamur Botryophaerisa ribis.
Gejala: warna kulit batang & cabang berubah & mengeluarkan getah.
Pengendalian:
perbaikan drainase, menjaga kebersihan kebun, pemotongan tanaman yg sakit;
penyemprotan fungisida Benlate utk kanker batang, Cobox atau Cupravit bagi penyakit lainnya.

Hawar rambut
Penyebab: jamur Marasmius equicrinis Mull.
Gejala: permukaan tanaman manggis ditutupi bentuk serupa benang berwarna coklat tua kehitaman mirip ekor kuda.
Pengendalian: sama dengan kanker batang.

Busuk buah
Penyebab: jamur Botryodiplodia theobromae Penz.
Gejala: diawali dengan dengan membusuknya pangkal buah & meluas ke seluruh bagian buah sehingga kulit buah menjadi suram.
Pengendalian: sama dengan kanker batang.

Busuk akar
Penyebab: jamur Fomes noxious Corner.
Gejala: akar busuk & berwarna coklat.
Pengendalian: sama dengan kanker batang. [hama dan penyakit tanaman manggis]


MASA PANEN
Ciri & Umur Panen Manggis
Tingkat kematangan sangat berpengaruh terhadap mutu & daya simpan manggis. Buah dipanen setelah berumur 104 hari sejak bunga mekar (SBM). Umur panen & ciri fisik manggis siap panen dapat dilihat berikut ini :

Panen 104 hari: warna kulit hijau bintik ungu; berat 80-130 gram; diameter 55-60 mm.
Panen 106 hari: warna kulit ungu merah 10-25%; berat 80-130 gram; diameter 55- 60 mm.
Panen 108 hari: warna kulit ungu merah 25-50%; berat 80-130 gram; diameter 55- 60 mm.
Panen 110 hari: warna kulit ungu merah 50-75%; berat 80-130 gram; diameter 55- 60 mm.
Panen 114 hari: warna kulit ungu merah; berat 80-130 gram; diameter 55-65 mm.

Untuk konsumsi lokal, buah dipetik pada umur 114 SBM sedangkan utk ekspor pada umur 104-108 SBM.

. Cara Panen
Pemanenan dilakukan dengan cara memetik/memotong pangkal tangkai buah dengan alat bantu pisau tajam. utk mencapai buah di tempat yg tinggi dapat digunakan tangga bertingkat dari kayu/galah yg dilengkapi pisau & keranjang di ujungnya. Pemanjatan seringkali diperlukan karena manggis adalah pohon hutan yg umurnya dapat lebih dari 25 tahun.

. Periode Panen
Pohon manggis di Indonesia dipanen pada bulan November sampai Maret tahun berikutnya.

. Perkiraan Produksi
Produksi panen pertama hanya 5-10 buah/pohon, kedua rata-rata 30 buah/pohon selanjutnya 600-1.000 buah/pohon sesuai dengan umur pohon. Pada puncak produksi, tanaman yg dipelihara intensif dapat menghasilkan 3.000 buah/pohon dengan rata-rata 2.000 buah/pohon. Produksi satu hektar (100 tanaman) dapat mencapai 200.000 butir atau sekitar 20 ton buah


PENGEPAKAN DAN SORTIR BUAH
Pengumpulan : Buah dikumpulkan di dlm wadah & ditempatkan di lokasi yg teduh & nyaman.
Penyortiran & Penggolongan : Tempatkan buah yg baik dengan yg rusak & yg busuk dlm wadah yg berbeda. Lakukan penyortiran berdasarkan ukuran buah hasil pengelompokan dari Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok yaitu besar, sedang & kecil.
Penyimpanan : Pada ruangan dengan temperatur 4-6 derajat C buah dapat tetap segar selama 40 hari sedangkan pada 9-12 derajat C tahan sampai 33 hari.

Baru saja anda menyimak tentang cara Menanam Dan Merawat Pohon Manggis , merupakan salah satu peluang usaha yg berprospek cerah. Untuk menambah wawasan silahkan baca juga artikel kamiCara Budidaya Jeruk Unggul Terima kasih. (jalanmenujusukses-id.blogspot.com/ABNS)